JULID ANSOR FISABILILLAH PR. KARANGPARI ATAS! AZAB ALLAH SUDAH TERASA BAGI PENJAJAH ZIONIS ISRAEL

JULID ANSOR - Palestina 75 tahun menderita akibat kejahatan perang para penjajah kini Azab Allah Swt sudah dirasakan bagi negeri penjajah Zions Israel dan sekutunya terpopuler sejak 07 Oktober 2023 pemerintahannya melemah.
Saat ini penjajah Zionis Israel mulai semrawut sejak terjadinya kejadian pada tanggal tersebut. 


Pada kalangan militer sudah bergejolak saling menyalahkan, Parlemen mulai pecah, Ekonomi ambruk sejak terjadi pembaikotan terhadap semua perusahaan yang berafiliasi dengan penjajah Zionis Israel secara besar-besaran seluruh dunia bahkan mereka mengorbankan rakyatnya dengan mencabut hak-haknya bahkan ada yang dibunuh demi ambisinya.

Sebelumnya gaungan media-media barat menguasai opini dengan penuh kebohongan besar dengan memutar balikan fakta mengatas namakan Hak Asasi Manusia. Demi membela penjajahan Zionis Israel bahwa mereka bangsa yang tertindas tapi kini terbalik media barat kehilangan kepercayaan publik karena tidak seutuhnya dapat mengendalikan media dengan pemahaman generasi bangsa pada teknologi yang semakin cerdas dapat menggunakan akal sehatnya untuk mengungkap suatu kebenaran.

Parahnya lagi negeri terjajah Palestina diopinikan sebagai negeri penindas bahkan dilabeli dengan sebutan negara teroris. Padahal sesungguhnya negara penindas dan teroris itu penjajah Zionis Israel, Amerika, Inggris berserta sekutunya.

Penjajah Zionis Israel sejatinya kaki tangan atau pionir atau mata-mata yang ditanam oleh Amerika dan Inggris untuk mengendalikan Timur Tengah. Karena hal tersebut salah satu jalan yang sangat strategis untuk mengusai dunia secara global.

Palestina diyakini akan mendapatkan kejayaannya yaitu KEMERDEKAAN bebas dari cengkraman para penjajah terutama dari Zionis Israel. 

           FOTO : Screenshot Google

Atas agresi yang terus dilakukan para penjajah yang tiada henti untuk membumi hanguskan Palestina ketika sebagian besar saudara-saudaranya Timur Tengah bungkam.

Rakyat Indonesia para generasi milenial tidak tinggal diam membantu dengan membentuk kesatuan  Brigade Julid Fisabilillah hal ini pernah terjadi ketika di jaman Nabi Muhammad Saw yang dipelopori oleh Hassan Bin Tsabit atas keharuman namanya dijadikan sebagai nama pasukan khusus para Buzzer ini dan diikuti tetangganya negeri jiran Malaysia bergabung kedalam kesatuan tersebut serta kabarnya Turkey pun ikut ambil bagian dalam hal ini.

Bagi anggota Ansor umumnya kepada saudara sebangsa setanah air kita memiliki hutang budi atas keikutsertaan bangsa palestina terhadap kemerdekaan Indonesia dan Palestina juga dulu yang pertama kali mengakui kemerdekaan negara kesatuan Indonesia, agar dapat ikut ambil alih dalam kesempatan emas ini sesuai dengan kemampuan masing-masing dapat dengan harta, tenaga, pikiran, dan do'a.

Akibat dari kesatuan kelompok ini telah berhasil menurunkan mental para pejuang penjajah sampai banyak yang terganggu opini yang selama ini mereka kuasai. 

Selama ini mereka menguasai opini maka mereka yakin dapat menyakinkan dunia bahwa apa yang mereka lakukan benar tapi kali ini berbalik kehilangan kepercayaan publik dan mereka menjadi merasa terganggu turun drastis keyakinannya sehingga banyak yang menutup akun-akunnya atas teror para buzzer pasukan Julid Fisabilillah dengan opini serta komentar-komentar yang membabi buta ke berbagai medsos mereka.

Hal ini dilakukan untuk mengimbangi opini media-media penjajahan barat dan pemahaman warga Zionis Israel serta para pendukungnya bahwa yang dilakukan penjajahan Zionis Israel itu salah besar melanggar Hak Asasi Manusia sehingga dapat menghentikan agresinya dan mengembalikan hak-hak yang telah mereka rampas secara tidak manusiawi.

Dan harapan atas penuturan ini agar dapat menyadarkan bagi saudara setanah air karena masih ada sebagian kalangan yang belum terbuka hatinya. Walaupun belum mampu ikut berjuang dan membantu setidaknya berpihak bukan mencaci atau membencinya. 

Telah menjadi keyakinan dan sesuai fakta yang terkadi saat ini, bagi sebagian kelompok ikut atau tidak dalam perjuangan ini tidak akan berpengaruh terhadap Palestina, mereka akan tetap Merdeka. Namun alangkah ruginya bila sama sekali tidak ambil bagian dalam perjuangan ini dan celaka bagi para pembenci.

              FOTO: Tribunnews.com

Ada salah satu negara Timur Tengah bahkan ironisnya dikenal dengan negara termiskin tapi mereka rela menjadi tameng digarda terdepan untuk membantu saudaranya Palestina dengan membaikot untuk tidak memberikan ijin bagi setiap kapal yang akan melewati daerah perairannya menuju pelabuhan Isarel dan tidak pandang bulu akan tetap dihujani dengan rudal-rudalnya atas balasan kebiadaban penjajah Zionis Israel yang memblokade bala bantuan untuk masuk ke Jalur Gaza Palestina.

Atas hal ini Amerika dan Ingris marah tapi mereka pengecut yang faktanya mereka membentuk aliansi gabungan dengan negara-negara sekutunya hanya untuk menghadapi satu negara saja yaitu Houthi Yaman di Area Laut Merah.

Sebagaimana yang disampaikan bahwa aliansi AS rapuh di Laut Merah, anggota NATO ogah-ogahan diajak perang lawan Houthi Yaman. Yang berdasarkan pernyataan dalam Tribunnews.com pada 23 Desember 2023 kemarin.

Begitu tampak jelas sesungguhnya persatuan mereka dengan lebel kumpulan negara-negara adidaya yaitu Amerika, Ingris, Prancis, Jerman, dan yang lainnya terlihat begitu hebat bahkan diluar kalangannya ciut untuk berurusan dengan mereka kecuali kelompok tertentu yang memiliki keberanian. 

Sebenarnya mereka sangat lemah dan rapuh hanya memiliki keberanian ketika berlindung terhadap teknologinya lebih parahnya lagi, dan mereka hanya berani jika bersama sekutunya ketika berperang tanpa semua itu pengecut tidak memiliki keberanian faktanya Amerika sebagai senator pemimpin negara-negara adidaya dengan teknologi lengkap masih belum berani untuk menghadapinya seorang diri.

Amerika sebelum berhadapan untuk mengahapi Tim Houthi Yaman berkoar-koar sedang berusaha untuk menyusun 10 aliansi negara bahkan hal itu masih belum cukup untuk menambah kepercayaan dirinya, sebagaimana yang tersampaikan dalam  Tribunnews.com dinyatakan menambahkan lagi menjadi aliansi 20 negara.

Wahai bangsa ksatria tanah air Indonesia bisa menilai manakah yang dapat dijadikan contoh silahkan pilih saat ini ada sebagian kecil bangsa pemberani yang sedang dikeroyok habis-habisan tetapi mereka masih kokoh berdiri.

Dan wahai bangsa ksatria Indonesia ada juga saat ini bangsa pengecut dan pembohong besar yang selalu mengatas namakan Hak Asasi Manusia sebagai tameng dan hanya berani keroyokan tetapi ketika mereka terdesak berteriak-teriak dengan lantang, kami ditindas oleh teroris.

Jika membuka hati nurani dan akal pikiran dengan jernih akan tahu siapa sebenarnya penindas bahkan siapa teroris dunia yang telah melanggar Hak Asasi Manusia yang sesungguhnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KHIDMAT ANSOR DS. KARANGPARI! SOSIALISASI PEMBENTUKAN KPPS DESA KARANGPARI KEC. BANTARKAWUNG

KHIDMAT ANSOR KR. PARI ATAS! SUSAHNYA MENJADI IMAM BAGI KAUM KELUARGA

SALAH SATU ADAB BERJIMA' KUTIPAN KITAB FATHUL IZAR!