KHIDMAT ANSOR KR. PARI ATAS! SUSAHNYA MENJADI IMAM BAGI KAUM KELUARGA

IMAM RUMAH TANGGA- Tidaklah semudah membalikan telapak tangan karena bukanlah hal yang mudah untuk menjadi Pemimpin yang baik dihadapan Allah Swt dalam perjalanan bahtera Rumah Tangga yang selalu disertai ujian dan cobaan dengan penyelesaiannya yang tidak boleh keluar dari Syari'at yang telah ditentukan.

Hal ini akan dirasakan bagi siapapun yang berusaha untuk manjalankannya karena kehidupan Rumah Tangga yang Dinamis akan selalu mengalami perubahan pada setiap waktunya akan berbeda sesuai keimanan dan pengetahuan yang dimiliki.


Perhatikan Firman Allah Swt :

{ إِنَّمَاۤ أَمۡوَ ٰ⁠لُكُمۡ وَأَوۡلَـٰدُكُمۡ فِتۡنَةࣱۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥۤ أَجۡرٌ عَظِیمࣱ }

Artinya : "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar." [Q. S. At-Taghabun: 15]

Keluarga merupakan sebuah ujian, maka ketika sudah merasakan betapa beratnya menjadi seorang Imam dalam kehidupan ini seperti halnya ketika terjadi permasalahan dengan Istri dan anak tidak menutup kemungkinan berkonflik dengan orang tua atau mertua, maka disinilah Allah Swt akan melihat sejauh mana keistiqomahan hambaNya dalam menjalankan tugasnya itu.

Ketika menghadapi konflik dengan keluarga seorang pemimpin akan menyelesaikan secara beragam sesuai karakter, Iman, dan Ilmunya masing-masing. Tetapi alangkah lebih baiknya bila dihadapi tanpa dengan kemarahan dengan tetap tenang walaupun tidak diterima dengan baik atau penuh penentangan karena seorang tidak memiliki hak untuk memberi hidayah hanya berkewajiban menyampaikan nasehat adapun hasil urusan Allah Swt.

Sebagaimana Firman Allah Swt :

           ... یُضِلُّ مَن یَشَاۤءُ وَیَهۡدِی مَن یَشَاۤءُۖ...

Artinya : "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki."
[Surat Fathir: 8]

Kualitas seorang Pemimpin keluarga akan terlihat pada perilakunya begitu terasa berat dalam menyelesaikan konflik keluarganya ketika ada sebagian keluarganya yang salah atau melenceng dari Syari'at, bila memiliki keimanan dan keilmuan yang baik maka akan terus memperbaiki dengan segala daya dan upayanya.

Tetapi sebalik ketika seorang Pemimpin keluarga yang kurang baik atau kualitas keimanan dan keilmuan yang rendah maka akan sangat kurang tanggung jawab terhadap keluarganya dalam menjalankan Syari'at, terasa lebih ringan karena sudah merasa cukup hanya dengan memberikan nafkah pada keluarganya menjalankan kewajiabannya padahal yang lebih utama bagaimana agar keluarga selalu ada dalam jalan Syari'at Ilahiyah.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

KHIDMAT ANSOR DS. KARANGPARI! SOSIALISASI PEMBENTUKAN KPPS DESA KARANGPARI KEC. BANTARKAWUNG

SALAH SATU ADAB BERJIMA' KUTIPAN KITAB FATHUL IZAR!