TOTALITAS ZIONIS MEMBUNGKAM MEDIA MASA UNTUK MENGUASAI AL AQSA DAN DUNIA ISLAM
KHIDMAT ANSOR NEWS - Tak terelakan sebagian besar Media Masa telah dikuasai kedustaan yang disetir oleh kelompok Zionis, sangat tragis telah menjadi konsumsi publik dunia.
Ada salah satu aktivis Al Aqso Indonesia yang sudah cukup lama mendiami Al Gaza dari tahun 2014 hingga sekarang yang selalu menyampaikan kejadian atas kekejaman-kekejaman serangan Zionis terhadap para pejuang Al Aqso yaitu Ust. Muhammad Hussein.
BACA JUGA : Do'a Untuk Palestina Pada Pelaksanaan Uparacara Hari Santri Naional MI Miftahul Ulum Bisole
"Dulu tahun 2014 Gaza dibombardir cuma 2.200 korban jiwa, tapi sekarang baru 2 minggu sudah sekitar 4.200 lebih korban jiwa dan masih ada sekitar 1.400 lebih yang masih dibawah reruntuhan atas pembantaian Zionis yang kalap banget atas kekalahan melawan pejuang Hamas." Ungkapnya.
"Sebagai bentuk penghormatan kepada Qatar yang telah menjadi mediator perdamaian untuk kolaborasi menghentikan serangan Zionis, pejuang Hamas telah melepaskan 2 orang tawanan asal warga Amerika dan Hamas akan melepaskan semua warga oposisi karena hanya bertujuan menawan tentara Zionis untuk ditukar dengan ribuan warga Palestina yang ditahan tentara Zionis." Ungkapnya lagi.
Dengan melepaskan 2 orang tawanan tersebut merupakan kecerdasan Hamas yang luar biasa menjadi sebuah tamparan keras bagi Zionis karena dapat mengangkat posisi Qatar dalam menjadi mediator perundingan agar membebaskan warga Gaza yang ditahan tentara Zionis.
"Berita fitnah yang begitu keji telah beredar ke media bahwa Hamas memperkosa, membantai bayi, anak kecil dan wanita itu semua fitnah. Sebuah video yang untuk menjawab hal ini telah ada yang dihapus yang menunjukan bahwa betapa memuliakannya dan menjaganya pejuang Hamas terhadap tawanan, tapi begitu sadisnya tentara Zionis sendiri yang membantainya." Ungkapnya lagi.
Dari kejadian diatas mengandung makna bahwa kepada seluruh umat muslim terutama Pemuda Ansor jangan mudah percaya terhadap media-media masa yang mereka suguhkan, sungguh ironi yang memilukan jika sampai sama sekali tidak ada rasa simpati terhadap para pejuang Islam bahkan sampai berburuk sangka akibat termakan oleh media.
Bagi umat yang ingin berjuang tidak harus selalu terjun langsung ke medan tempur tapi berjuanglah sesuai keadaan masing-masing mungkin dapat membantu merek dengan menyampaikan keadaan para pejuang Islam disana.
salah satunya melalui tulisan untuk menumbuhkan himmah seluruh umat terutama bagi khidmat Ansor dan seluruh muslim yang menunggu kabar pejuang Al Aqso sehingga menjadi perekat tali persatuan umat yang lebih kokoh yang menuntut keadilan hak asasi manusia.
Komentar
Posting Komentar